Dipecat Karena Tak Mau Ditiduri, Ini Cerita Mantan Pramugari Soal Germo Jahad dan Mafia Lendir di Garuda

Indikasi adanya ‘germo jahaat’ yang memperlakukan pramugari sebatas urusan ‘lendir’ di salah satu maskapai penerbangan Indonesia disebut-sebut bukan isapan jempol.

Bahkan praktik semacam itu bukan hal baru. Namun memang, baru heboh sekarang-sekarang ini ketika skandal penyelundupuan Harley Davidson oleh eks Dirut Garuda Ari Askhara terbongkar.

Sponsored Ad

Setidaknya hal itu disampaikan salah seorang mantan pramugari Garuda, Kamboja (bukan nama sebenarnya) dalam wawancara ekslusifnya, Selasa, (10/11/2019).

Dalam wawancaranya ini, Kamboja yang bekerja di Garuda pada 2010 silam, membenarkan cuitan akun Twitter @digeeembok soal prostitusi di maskapai pelat merah itu. Dia punya kesaksian sendiri mengenai petinggi Garuda yang disebut dalam akun tersebut.

Dia mengaku tidak kaget dengan cuitan akun Twitter @digeeembok ketika membuka aib para direksi di era kepemimpinan I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra alias Ari Askhara yang akhirnya dipecat.

Sponsored Ad

“Itu (cerita soal prostitusi di Garuda) benar. Benar, benar, benar sekali,” katanya.

Sponsored Ad

Salah satu cuitan @digeeembok tentang prostitusi ini berbunyi, ‘’Germo Jaahat’ yang memperlakukan pramugari sebagai ‘pelacur’ adalah seorang VP Awak Kabin Garuda. Teman-teman dekatnya atau pilot-pilot senior memanggil dia dengan panggilan ‘Provider’. Mau tahu siapa dia? Pak @erickthohir nih kualitas pegawai BUMN dah kaya germo,’.

Merujuk thread nomor 82 pada [email protected] isinya, “Begitu pula awak kabin wanita yang sudah di PHK. Bila mereka mau bekerja di Garuda lagi… Harus ada satu syarat. Yaitu mereka harus mau ditiduri”. Masih menurut pengakuan Kamboja, dulu salah seorang pejabat tersebut ‘bergerilya’ secara tertutup atau diam-diam karena petinggi Garuda di masa lalu berbeda karakter dengan Ari Ashkara dan kawan-kawan. Namun, sekarang ini dia lebih ‘terbuka’ karena didukung oleh bos-bos tadi, yang juga satu pikiran dengannya.

Sponsored Ad

“Dari dulu kan dia main ‘alus’ sendirian karena atasan-atasan enggak ada yang kayak dia. Beda sama sekarang. Dia berani karena petingginya pun sekelas sama dia. Makanya baru ketauan sekarang,” katanya.

Sponsored Ad

Secara pribadi, Kamboja mengaku dia tidak pernah ‘ditawari’ aneh-aneh oleh salah seorang pejabat tersebut semasa bekerja dulu. Namun, banyak teman-temannya yang punya pengalaman langsung dengan orang ini. Entah di-PHK karena tidak mau ‘ditiduri’, maupun ‘syarat khusus’ untuk kembali bekerja di Garuda.

“Aku berharap kasus ini jadi titik awal kebangkitan Garuda, dan pemerintah atau pihak berwenang bisa mengusut kasusnya secara tuntas,” ujar Kamboja.

Vice Presiden Corporate Communications Garuda Indonesia Ikhsan Rosan memilih tak berkomentar mengenai dugaan prostitusi itu.


Sumber: indopolitika.com

Kamu Mungkin Suka