Bocah Ini Memaki Hingga Ia Melempar Nasi Bekal Milik Teman Perempuan di Kelasnya. Namun “Hal Pilu” Inilah yang Ia Temukan Menjenguk Temannya Tersebut!

Kita sebagai orang dewasa atau orangtua harus mengajarkan pada anak untuk senantiasa berhemat dan tidak menghamburkan uang hingga makanan yang Tuhan berikan untuk kita. Tentunya hal tersebut penting untuk diajarkan pada anak agar mereka lebih menghargai dan mensyukuri apapun yang mereka miliki. Seperti sebuah video satu ini yang bisa kita ambil pelajaran dan berikan ilmunya pada anak-anak kita. Yuk simak di bawah ini:

“Nama saya Jazlan, saya hidup serba mewah dan lengkap. Semua yang saya mau senantiasa ada, namun kehidupan yang serba ada itu membuat aku lupa pada satu hal. Ya ! satu hal yang baru aku sadar setelah aku kenal dengan teman di kelasku bernama Asnita.

Sponsored Ad

Asnita adalah teman sekelasku yang sering membuatku kesal. Bukan apa-apa tapi sikapnya yang sok pintar itu membuat aku tak suka. Setiap hari ia selalu menjawab habis semua pertanyaan guru. Bagiku dia hanya merasa dirinya lebih pintar dan cerdas dariku.

Saat istirahat tiba aku mendatangi Asnita yang sedang duduk di bawah pohon dengan temannya yang lain. Aku mengatakan padanya jika aku tak menyukai orang yang sombong seperti dirinya. Dan ku katakan padanya untuk jangan besar kepala. Namun apa yang ia jawab malah ‘aku tidak berbuat begitu’. Itu membuatku makin lebih kesal, aku mengatakannya jika aku lebih pandai dari dirinya. Tak cukup ku mengatakan hal itu aku pun menjatuhkan bekal makanan Asnita.

Sponsored Ad

Tak peduli lah apa yang ia rasakan. Meskipun ku lihat di dalam kelas ia memegangi perut karena kelaparan, namun aku puas. Keesokan harinya Asnita tidak masuk karena sakit, aku hanya tersenyum mengetahui ia tak masuk. Sepulang sekolah pak guru minta kami untuk menjenguk Asnita, akupun ikut bersama mereka. Sesampainya di rumah Asnita aku menengok kiri dan kanan lalu aku masuk kedapurnya karena penasaran dengan rumahnya yang tak sebanding dengan rumahku.

Sponsored Ad

Barang-barang di rumahnya jauh dari barang di rumahku, namun saat ada sebuah kotak di lantai membuatku penasaran. Aku berjongkok dan membuka kotak tersebut. Ternyata itu adalah kotak menyimpan beras, namun beras yang tersimpan di situ hanya sedikit, sedikit sekali. Kemudian aku teringat dengan apa yang telah aku lakukan padanya, dan juga tentang aku yang gemar membuang-buang makanan.

Aku baru tau Asnita nasibnya tak seberuntung aku. Setiap hari dia hanya bisa makan singkong dan hidupnya serba kekuangan. Namun ia pernah berkata jika ia harus senantiasa tabah dan sabar dalam menerima kekurangan tersebut dia tak mengeluh. Begitulah berkat Asnita aku sadar untuk tak lagi membuang makanan, aku pun menyisihkan beras untuk teman kelasku itu. Aku juga meminta maaf padanya dan memberikan beras sebagai pengganti nasi yang pernah aku jatuhkan. Mulai hari itu aku dan Asnita belajar bersama dan tak lagi menjadikan dia sebagai lawan.

Sponsored Ad

Kehidupan di dunia bukan soal harta dan kemewahan, walaupun kita mau kemewahan. Bagi kami hidup yang sesungguhnya adalah bagaimana kita menghadapi setiap kekurangan. Pengalaman yang telah kami lalu memberikan pembelajaran agar dalam hidup kita perlu senantiasa tabah, sabar dan bersyukur.


Sumber: Youtube



Kamu Mungkin Suka